Harap Banyak Atlet FPTI Lolos OlimpiadeHarap Banyak Atlet FPTI Lolos Olimpiade

Harap Banyak Atlet FPTI Lolos Olimpiade, Menpora Dito Tegaskan All-Out Dukung Panjat Tebing

Harap Banyak Atlet FPTI Lolos Olimpiade. Indonesia memiliki potensi besar dalam dunia olahraga, termasuk dalam cabang panjat tebing. Panjat tebing adalah olahraga yang semakin populer dan mendapatkan perhatian di seluruh dunia. Untuk mengembangkan potensi ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada atlet-atlet panjat tebing Indonesia.

Menpora Zainudin Amali telah menegaskan bahwa Kemenpora siap memberikan dukungan all-out kepada Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) untuk mempersiapkan atlet-atletnya menghadapi Olimpiade. Dalam pertemuan dengan pengurus FPTI, Menpora menyatakan harapannya agar banyak atlet FPTI dapat lolos ke Olimpiade dan meraih prestasi gemilang.

Menpora juga menekankan pentingnya pembinaan dan pengembangan atlet panjat tebing sejak dini. Menurutnya, pembinaan yang baik sejak usia muda akan membantu mencetak atlet-atlet yang berpotensi dan memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional. Oleh karena itu, Kemenpora akan terus mendukung program-program pembinaan yang dilakukan oleh FPTI.

Selain itu, Menpora juga berjanji untuk meningkatkan fasilitas dan infrastruktur yang dibutuhkan oleh atlet panjat tebing. Fasilitas yang memadai akan membantu atlet dalam mempersiapkan diri dan meningkatkan kemampuan mereka. Menpora juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal oleh atlet-atlet panjat tebing.

Dalam upaya mendukung atlet-atlet panjat tebing Indonesia, Menpora juga akan memperkuat kerjasama dengan pihak-pihak terkait, termasuk perguruan tinggi dan klub-klub olahraga. Kerjasama ini akan membantu dalam mengidentifikasi bakat-bakat muda dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang dalam dunia panjat tebing.

Harap Banyak Atlet FPTI Lolos Olimpiade

Tidak hanya itu, Menpora juga akan mendorong peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelatih panjat tebing. Pelatih yang berkualitas akan dapat membimbing atlet dengan baik dan membantu mereka mencapai potensi terbaik mereka. Kemenpora akan menyelenggarakan pelatihan dan workshop untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pelatih.

Dengan adanya dukungan penuh dari Kemenpora, diharapkan banyak atlet FPTI dapat lolos ke Olimpiade dan meraih prestasi gemilang. Partisipasi atlet Indonesia dalam Olimpiade akan menjadi kebanggaan bagi bangsa dan akan meningkatkan popularitas panjat tebing di Indonesia.

Selain itu, keberhasilan atlet panjat tebing Indonesia juga akan memberikan motivasi dan inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk menggeluti olahraga ini. Dengan semakin banyaknya atlet panjat tebing yang berkualitas, Indonesia dapat menjadi kekuatan baru dalam dunia panjat tebing internasional.

Sebagai negara dengan potensi besar dalam olahraga, Indonesia harus terus mendukung dan mengembangkan cabang-cabang olahraga yang memiliki potensi untuk meraih prestasi internasional. Panjat tebing adalah salah satu cabang olahraga yang memiliki potensi besar, dan dengan dukungan penuh dari Kemenpora, diharapkan atlet-atlet panjat tebing Indonesia dapat meraih prestasi gemilang di tingkat internasional.

Harap Banyak Atlet FPTI Lolos Olimpiade

Bekasi: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo menegaskan dukungan Kemenpora dalam peningkatan prestasi olahraga panjat tebing. Khususnya prestasi olahraga di kancah internasional, dalam hal ini Olimpiade 2024 Paris yang paling dekat.

Hal ini disampaikan Menpora Dito saat membuka Musyawarah Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) 2023 di Nuanza Hotel & Convention, Kabupaten Bekasi, Rabu (13/12) sore. Menurut Menpora, sudah komitmen dan kewajiban Pemerintah untuk hadir memfasilitasi dan mendukung semua program FPTI.

“Supaya panjat tebing bisa terus memberikan kontribusi prestasi bagi Indonesia di tingkat internasional dan secara nasional bisa membudayakan olahraga panjat tebing lebih masif lagi,” ungkap Menpora Dito.

Apalagi, sambung Menpora, panjat tebing juga masuk dalam 14 cabang olahraga prioritas yang ada dalam desain besar olahraga nasional (DBON). Sehingga Kemenpora akan mendukung yang sekiranya dibutuhkan FPTI dalam pengembangan olahraga panjat tebing.

Harap Banyak Atlet FPTI Lolos Olimpiade

Di satu sisi, Menpora meminta seluruh jajaran FPTI untuk bersama-sama mengupayakan supaya atlet-atlet panjat tebing Indonesia semuanya bisa lolos olimpiade dan bisa pulang membawa medali.

Diketahui, saat ini baru dua atlet panjat tebing Indonesia yang lolos ke Olimpiade 2024 Paris. Yaitu Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Rahmad Adi Mulyono. FPTI masih akan mengirim atlet-atletnya berlaga dalam dua kualifikasi tersisa untuk kembali memperebutkan tiket Olimpiade.

“Inilah yang kami harapkan. Pokoknya kita all-out untuk FPTI dan all-out untuk panjat tebing,” tegas Menpora Dito.

Salah satunya Menpora mendukung pengadaan fasilitas climbing wall atau dinding untuk panjat tebing di daerah-daerah se-Indonesia. Hal ini Menpora menanggapi keinginan Ketua Umum (Ketum) FPTI Yenny Wahid untuk bisa mengadakan fasilitas climbing wall di daerah-daerah.

“Saya setuju dengan Bu Ketum, harus ada pengadaan fasilitas wall se-Indonesia. Ini saya akan mengusahakan,” sebut Menpora.

Pengadaan fasilitas dinding untuk olahraga panjat tebing ini menurut Menpora Dito bisa diadakan salah satunya dalam rencana Pemerintah melakukan renovasi pada 22 stadion se-Indonesia tahun depan. Menurut Menpora, mungkin saja diselipkan pengadaan fasilitas climbing wall tersebut untuk memfasilitasi olahraga panjat tebing di daerah.

“Nanti kami ajukan, insyaallah. Karena menurut saya panjat tebing ini merupakan olahraga di mana peminatnya se-Indonesia itu saya lihat sangat banyak. Dan olahraga panjat tebing ini sangat erat dengan lifestyle anak muda yang sehat. Jadi harus kita dukung,” urai Menpora Dito.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan MengepalMerupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaituKebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis