Turnamen Catur JAPFA Year End 2023

Turnamen Catur JAPFA Year End 2023

Menpora Dito Harap Turnamen Catur JAPFA Year End 2023 Terus Lahirkan Atlet Berprestasi

Turnamen Catur JAPFA Year End 2023. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali berharap bahwa turnamen catur JAPFA Year End 2023 akan terus melahirkan atlet-atlet berprestasi di Indonesia. Turnamen ini telah menjadi ajang yang sangat penting bagi perkembangan catur di tanah air, dan Menpora Dito, sapaan akrab Menpora Zainudin Amali, berkomitmen untuk terus mendukung dan memajukan olahraga catur di Indonesia.

Turnamen catur JAPFA Year End telah menjadi salah satu turnamen catur paling bergengsi di Indonesia. Setiap tahunnya, turnamen ini berhasil menarik perhatian para pecinta catur dari seluruh penjuru negeri. Selain itu, turnamen ini juga menjadi ajang bagi para pemain catur muda untuk mengasah kemampuan dan berkompetisi dengan pemain-pemain terbaik di Indonesia.

Menpora Dito sangat mengapresiasi peran turnamen ini dalam mengembangkan bakat-bakat muda di bidang catur. Dia percaya bahwa melalui turnamen ini, para pemain catur muda akan mendapatkan pengalaman berharga dan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sebagai atlet berprestasi. Menpora Dito juga berharap bahwa turnamen ini akan memotivasi lebih banyak anak muda untuk terlibat dalam olahraga catur dan mengejar prestasi di bidang ini.

Selain itu, Menpora Dito juga menekankan pentingnya pembinaan dan pengembangan atlet catur di tingkat daerah. Dia berharap bahwa turnamen ini akan menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah untuk lebih aktif dalam mencari dan melatih bakat-bakat muda di bidang catur. Dengan adanya dukungan yang kuat dari pemerintah daerah, diharapkan akan muncul lebih banyak atlet catur berprestasi yang dapat mewakili Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam upaya untuk terus meningkatkan kualitas turnamen catur JAPFA Year End, Menpora Dito juga mendorong pihak penyelenggara untuk melibatkan lebih banyak pemain catur dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini akan memberikan kesempatan bagi pemain catur muda yang berbakat namun belum dikenal secara luas untuk berkompetisi dan membuktikan kemampuannya. Dengan demikian, turnamen ini akan menjadi ajang yang lebih inklusif dan berpotensi melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Turnamen Catur JAPFA Year End 2023

Menpora Dito juga berharap bahwa turnamen ini akan menjadi sarana untuk memperkenalkan catur kepada masyarakat luas. Dia berpendapat bahwa catur adalah olahraga yang memiliki banyak manfaat, baik untuk perkembangan intelektual maupun karakter seseorang. Melalui turnamen ini, diharapkan masyarakat akan semakin mengenal dan tertarik untuk mempelajari catur sebagai salah satu bentuk olahraga yang menantang dan menarik.

Dalam kesempatan ini, Menpora Dito juga mengucapkan terima kasih kepada JAPFA Foundation yang telah menjadi penyelenggara turnamen ini. Dia mengapresiasi komitmen JAPFA Foundation dalam mendukung pengembangan olahraga catur di Indonesia. Menpora Dito berharap kerjasama antara pemerintah dan pihak swasta seperti JAPFA Foundation dapat terus ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan olahraga catur di tanah air.

Dengan harapan dan dukungan dari Menpora Dito, diharapkan turnamen catur JAPFA Year End 2023 akan menjadi ajang yang sukses dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Semoga turnamen ini menjadi motivasi bagi para pemain catur muda untuk terus berlatih dan berkompetisi dengan semangat juang yang tinggi, sehingga catur Indonesia semakin berkembang dan menjadi kebanggaan bagi bangsa.

Turnamen Catur JAPFA Year End 2023

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo menghadiri pembukaan Turnamen Catur JAPFA Year End 2023 di Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Sabtu (16/12) siang. Menpora Dito berharap turnamen ini akan melahirkan atlet-atlet berprestasi untuk membesarkan nama bangsa Indonesia.

Turnamen tersebut diikuti sekitar 401 peserta yang berasal dari 18 Provinsi di Indonesia. Turnamen ini  terbagi 5 kategori yang terdiri dari katagori Open yang diikuti sekitar 226 pemain.

Katagori  Putra kelompok U-12 yang dikuti sekitar 79 pemain. Katagori Putra kelompok U-16 diikuti sebanyak 46 pemain. Katagori Putri  kelompok U-12 diikuti sekitar 21 pemain dan katagori Putri kelompok U-16 diikuti sekitar 19 pemain.

“Acara ini sangat baik dimana tujuan utamanya adalah  meningkatkan prestasi olahraga Indonesia khususnya di cabor catur. Di turnamen ini saya melihat banyak sekali para pesertanya  dari mulai senior, junior, U-12 dan yang paling muda U-10,” katanya.

Turnamen Catur JAPFA Year End 2023

Pembinaan prestasi catur di Indonesia perlu terus dilakukan dengan harapan prestasi Indonesia di cabor catur terus meningkat. “Karena itu, saya menyampaikan apresiasi kepada PB Percasi yang dengan konsisten selalu mendorong kegiatan-kegiatan perlombaan catur,” urainya.

“Dan saya juga ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk JAPFA yang selalu peduli dan juga konsisten mendukung dan mengelar pertandingan catur,” ucapnya.

Menurutnya, semenjak dirinya dilantik di bulan April sebagai Menpora, Percasi dan JAPFA sudah 4 kali mengelar turnamen catur di Wisma Kemenpora.

“Ini artinya dari private sektor di mana kontribusi pengembangan olahraga, nampaknya PT. JAPFA sangat berkontribusi dalam mendukung PB Percasi untuk memajukan cabor catur di Indonesia,” jelasnya.

Kemenpora, lanjutnya, akan selalu mendukung perkembangan cabor catur terlebih untuk pembinaan dan pelatihan di usia dini. Karena dengan bermain catur sejak dini akan membentuk pola berpikir dan logika generasi muda Indonesia.

“Jadi selain nantinya catur bisa  memberikan prestasi bagi merah putih di tingkat internasional tapi juga dengan catur, saya yakin juga bisa berkontribusi besar dalam mencerdaskan bangsa Indonesia yang nantinya membuat negara kita makin maju,” tuturnya.

“Dalam kesempatan ini, saya berharap dengan turnamen ini adanya kejuaraan semacam ini akan terus melahirkan atlet-atlet berprestasi untuk membesarkan nama bangsa Indonesia,” tutupnya.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan MengepalMerupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaituKebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis